Pemanfaatan Blended Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 1 Tepus, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta
Abstract
Developments in 21st-century education demand learning innovations that integrate technology without sacrificing essential values, including in Islamic Religious Education (PAI) learning. One relevant model is blended learning (BL), a combination of face-to-face and online learning. This study aims to describe the implementation of BL in Islamic Religious Education (PAI) learning at Muhammadiyah 1 Junior High School, Tepus, Gunung Kidul, and identify supporting factors, obstacles, and its impact on student motivation and learning independence. This study used a qualitative descriptive approach with a case study through observation, interviews, and documentation with the principal, PAI teachers, and eighth-grade students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model with triangulation of sources and techniques. The results indicate that BL was implemented quite effectively and adaptively, increasing student motivation and learning independence and making PAI learning more varied and contextual. However, obstacles remain, including limited internet access, devices, and students’ digital literacy. Overall, BL has the potential to be an effective and relevant PAI learning model in the digital era, particularly in religious-based schools in remote areas.
Keywords
blended learning, Islamic Religious Education, learning motivation, learning independence, Muhammadiyah schools
References
Abuddin Nata. (2018). Ilmu pendidikan Islam. Kencana.
Alfian, A. A., & Awali, A. M. (2022). Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis teknologi digital di sekolah menengah. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(2), 145–158.
Anwar, K., & Nurhayati, S. (2021). Model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 134–146.
Arifin, Z. (2020). Inovasi pembelajaran PAI di sekolah menengah berbasis teknologi digital. Jurnal Al-Ta’dib, 13(1), 67–80.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Azizah, N. (2023). Blended learning sebagai strategi pembelajaran pendidikan agama Islam abad ke-21. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 8(2), 95–109.
Azra, A. (2017). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi. Kencana.
Daryanto. (2018). Pembelajaran abad ke-21. Gava Media.
Daryanto, & Karim, A. (2021). Implementasi blended learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 13(1), 67–82.
Fadli, M., & Kurniawan, D. (2022). Peran guru pendidikan agama Islam dalam pembelajaran berbasis digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(1), 23–37.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Ahmad Dahlan. (2022). Panduan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. UAD Press.
Fauzi, A. (2023). Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 45–60.
Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.
Hakim, L., & Yuliana, S. (2023). Transformasi pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 4(2), 101–115.
Hidayah, R., & Lestari, P. (2021). Literasi digital siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Teknologi Pendidikan, 13(2), 88–99.
Majid, A. (2016). Strategi pembelajaran. Remaja Rosdakarya.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyasa, E. (2020). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.
Munir. (2020). Pembelajaran digital. Alfabeta.
Nasution, S. (2021). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A., & Prasetyo, B. (2022). Implementasi blended learning di sekolah berbasis keagamaan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 41–55.
Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan. (2021). Kurikulum dan capaian pembelajaran Program Studi PAI. Universitas Ahmad Dahlan.
Putri, A. R., & Hidayat, M. (2022). Pembelajaran blended learning dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(2), 101–112.
Rahmawati, D. (2020). Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 55–68.
Rahmawati, D. (2022). Tantangan penerapan pembelajaran digital di sekolah menengah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 33–45.
Ramadhani, A., & Izzudiin, F. H. T. (2022). Strategi guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui blended learning. Jurnal Studi Keislaman dan Pendidikan, 6(2), 88–102.
Rusman. (2019). Model-model pembelajaran. Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2018). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana.
Sari, N., & Setiawan, A. (2021). Blended learning dalam pembelajaran pendidikan Islam inovatif. Jurnal Pendidikan Islam Inovatif, 5(2), 77–89.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suhartono, E. (2023). Pembelajaran PAI kontekstual berbasis teknologi informasi. Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 60–74.
Susanto, H., & Maulana, R. (2024). Pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis digital di sekolah Muhammadiyah. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1), 1–14.
Syah, M. (2019). Psikologi pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2018). Paradigma baru pendidikan nasional. Rineka Cipta.
Uno, H. B. (2019). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Universitas Ahmad Dahlan. (2020). Pedoman penelitian dan penulisan karya ilmiah. LPPM Universitas Ahmad Dahlan.
Universitas Ahmad Dahlan. (2023). Roadmap pengembangan pembelajaran digital di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. UAD Press.
Yuliana, S., & Hakim, L. (2024). Transformasi pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 5(1), 1–15.
Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Zuhairini. (2016). Metodologi pembelajaran pendidikan agama Islam. Bumi Aksara.
Zuhdi, M., & Karimullah, S. S. (2021). Penguatan karakter religius melalui pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis teknologi. Jurnal Tarbiyah dan Pendidikan Islam, 10(1), 55–69.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright
Copyright (c) 2026 Riswanda Riswanda, Affandiya Ramadhani, Farras Hilmy Taukhid Izzudiin, Ahmad Alan Alfian, Alfi Mahyudi Awali
The author(s) retain full copyright of this work. The copyright holder grants the journal the right of first publication and the right to distribute the work under the terms of the selected open-access license.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
All published content in Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY NC SA 4.0). This license allows others to share, copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, as long as proper credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.
Attribution must include a clear citation of the original work and a statement indicating whether any changes were made. Commercial use is not permitted under this license and there is no additional legal or technological restrictions may be applied. For more information about the license terms and permissible use, please refer to the full license text available here.