Penguatan Nilai Kejujuran Melalui Pendidikan Anti Korupsi di SD Negeri Kotakulon 1 Bondowoso

https://doi.org/10.56113/takuana.v4i4.306

Authors

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia
×

Adistia Nurwahyuni

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia

Adistia Nurwahyuni merupakan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso angkatan 2022 pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah. Selain menempuh pendidikan akademik, penulis juga aktif sebagai pengajar anak-anak di TPQ Ruqayyah Sekarputih Bondowoso selama kurang lebih dua tahun. Pada tahap akhir studinya, penulis tengah menyusun skripsi sebagai bagian dari penyelesaian program sarjana.

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia
×

Harizatun Najibah

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia

Harizatun Najibah merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso. Saat ini penulis sedang dalam tahap penyusunan skripsi.

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia
×

Indri Maulani

Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso, Indonesia

Indri Maulani merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso. Saat ini penulis sedang dalam tahap penyusunan skripsi.

Abstract

This study aims to describe the application of anti-corruption education in strengthening honesty values among primary school students. The research used a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of two participants, namely the principal and one classroom teacher who were directly involved in implementing anti-corruption education at SDN Kotakulon 1 Bondowoso. The results showed that strengthening honesty values was carried out through habituation and role modeling, such as transparent management of class funds, habituation of academic honesty, and open activity reporting. Teachers served as key role models in the internalization of anti-corruption values, while family environmental factors became one of the obstacles affecting consistency of student behavior. The findings imply the importance of integrating habituation-based anti-corruption education in the learning process at primary schools, particularly within the context of Pancasila and Citizenship Education.

Keywords


Anti-corruption education, honesty values, habituation, primary school, civic education

Author Biographies

Adistia Nurwahyuni, Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso

Adistia Nurwahyuni merupakan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso angkatan 2022 pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah. Selain menempuh pendidikan akademik, penulis juga aktif sebagai pengajar anak-anak di TPQ Ruqayyah Sekarputih Bondowoso selama kurang lebih dua tahun. Pada tahap akhir studinya, penulis tengah menyusun skripsi sebagai bagian dari penyelesaian program sarjana.

Harizatun Najibah, Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso

Harizatun Najibah merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso. Saat ini penulis sedang dalam tahap penyusunan skripsi.

Indri Maulani, Institut Agama Islam (IAI) AT-TAQWA Bondowoso

Indri Maulani merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso. Saat ini penulis sedang dalam tahap penyusunan skripsi.

References

Aksimudin, S. W. (2022). Instilling anti-corruption characters in civic education for collage students. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(1), 53-63. https://doi.org/10.21831/jc.v19i1.45981

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Sosial Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Bronfenbrenner, U. (1994). Ecological models of human development. In International encyclopedia of education (Vol. 3, pp. 37–43). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-044894-7.01383-5

Channiago, E. G. (2022). Media and character education in preventung corruption in Indonesia. The future challenges, 1(2), 199-230.

Hidayat, K., & Suyanto, S. (2020). Character education reinforcement in elementary school. Journal of Primary Education, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.15294/jpe.v9i1.34985

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Komalasari, K. (2014). Pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(2), 223–234. https://doi.org/10.21831/jpk.v4i2.2789

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsbility. New York: Bantam Books.

Nurtisna, A., & Zainil, M. (2025). Pendidikan antikorupsi melalui pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(2), 165–173. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.349

Pradnyamita, N. M. S. D. (2022). Penguatan nilai karakter serta pembentukan pendidikan humanistik melalui penanaman mindset antikorupsi sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Ganesha Civic Education Journal, 4(1), 143–155. https://doi.org/10.23887/gancej.v4i1.1798

Purwati, Japar, Qomariyah, & Tentama. (2024). Moral knowing, moral feeling and moral action in reflecting moral development of students in junior high school. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 13(3), 1602-1609.

Sakban, A., Budimansyah, D., Darmawan, C., & Syaifullah, S. (2025). Strengthening the Values of Honesty and Simplicity in Elementary School Children as Anti-Corruption Role Models. Jurnal Obsesi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 423-434.

Santoso, A., Tentama, F., & Purwati, P. (2024). Measuring the quality of anti-corruption education using SERVQUAL model. International Journal of Educational Research Review, 9(2), 321–330. https://doi.org/10.24331/ijere.1365482

Suyanto. (2010). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional.

Tilar, H. A. (2002). Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Vygotsky, L. S. (1987). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wibowo, A. (2013). Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wicaksono, A., & Hidayat, R. (2023). Pendidikan antikorupsi melalui pembiasaan kejujuran di sekolah dasar. Jurnal Civics, 20(2), 145–156. https://doi.org/10.21831/civics.v20i2.52341

Yanto, M., Masuwud, M., & Wanto, D. (2024). Being a Moral Student: Content Analysis of Anti-Corruption Education Textbooks in Indonesia. QALAMUNA. Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 16(2), 67-80.

Zubaedi. (2015). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Zuchdi, D. (2011). Pendidikan karakter dalam perspektif teori dan praktik. Cakrawala Pendidikan, 30(3), 293–306.

Downloads

Full Text Download

Published

January 20, 2026

How to Cite

Nurwahyuni, A., Najibah, H., & Maulani, I. (2026). Penguatan Nilai Kejujuran Melalui Pendidikan Anti Korupsi di SD Negeri Kotakulon 1 Bondowoso. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Humaniora, 4(4), 1229–1238. https://doi.org/10.56113/takuana.v4i4.306

License


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

All published content in Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY NC SA 4.0). This license allows others to share, copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, as long as proper credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.

Attribution must include a clear citation of the original work and a statement indicating whether any changes were made. Commercial use is not permitted under this license and there is no additional legal or technological restrictions may be applied. For more information about the license terms and permissible use, please refer to the full license text available here.