Peran Media Sosial WhatsApp dalam Meningkatkan Komunikasi Internal Staf Pegawai KUA Tiroang

https://doi.org/10.56113/takuana.v4i4.257

Authors

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
×

Akmal Syah

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Akmal Syah adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang mengkhususkan diri dalam bidang Ilmu Komunikasi. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan Sarjana (S1) dan berstatus sebagai mahasiswa aktif, dengan fokus minat pada kajian media sosial.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
×

Risdayanti Jufri

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Risdayanti Jufri adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang mengkhususkan diri dalam bidang Ilmu Komunikasi. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan Sarjana (S1) dan berstatus sebagai mahasiswa aktif, dengan fokus minat pada kajian media sosial.

Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia
×

Achmad Suryawijaya

Institut Agama Islam Negeri Parepare, Indonesia

Achmad Suryawijaya adalah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
×

Suryani Musi

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Suryani Musi, S.Sos., M.I.Kom. adalah Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.) dan memiliki fokus kajian pada studi kasus Public Relations.

Abstract

The rapid development of digital communication technology has transformed internal communication practices within public institutions. This study aims to examine the role of WhatsApp in enhancing internal communication among staff at the Office of Religious Affairs (KUA) Tiroang. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving 19 staff members. The findings indicate that WhatsApp plays a significant role in accelerating information dissemination, improving coordination between leaders and staff, and supporting work efficiency and public service delivery. However, the use of WhatsApp also presents several challenges, including message misinterpretation, information overload, blurred professional boundaries, and dependence on a single communication platform. These findings suggest that while WhatsApp is effective as an internal communication medium, its use requires clear communication ethics and complementary communication channels to ensure accuracy and professionalism. Overall, WhatsApp contributes to building a more responsive and flexible communication system within KUA Tiroang.

Keywords


WhatsApp, internal communication, public organization, KUA Tiroang

Author Biographies

Akmal Syah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Akmal Syah adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang mengkhususkan diri dalam bidang Ilmu Komunikasi. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan Sarjana (S1) dan berstatus sebagai mahasiswa aktif, dengan fokus minat pada kajian media sosial.

Risdayanti Jufri, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Risdayanti Jufri adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang mengkhususkan diri dalam bidang Ilmu Komunikasi. Saat ini, ia masih menempuh pendidikan Sarjana (S1) dan berstatus sebagai mahasiswa aktif, dengan fokus minat pada kajian media sosial.

Achmad Suryawijaya, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Achmad Suryawijaya adalah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Suryani Musi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Suryani Musi, S.Sos., M.I.Kom. adalah Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.) dan memiliki fokus kajian pada studi kasus Public Relations.

References

Anjali, F., Ummami, R., & Wildan, M. A. (2024). Pengembangan sumber daya manusia dalam mengoptimalkan komunikasi karyawan melalui era digitalisasi. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 717–726.

Asran, B. (2021). Penggunaan stiker di aplikasi WhatsApp dalam komunikasi interpersonal dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau Kota Pekanbaru [Undergraduate thesis, Universitas Islam Riau].

Chairul, M. U. (2025). Pengelolaan pesan WhatsApp group oleh pengurus Desa Wisata Pentingsari di Sleman [Undergraduate thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta].

Helsper, E. (2021). The digital disconnect: The social causes and consequences of digital inequalities. SAGE Publications.

Hijriani, H. (2015). Implementasi pelayanan pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Administrasi Negara, 3(2), 534–538.

Isnaini, Z., Supriyono, A., & Rachma, S. N. (2023). Efektivitas penggunaan media sosial WhatsApp dalam komunikasi kelompok. MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 15–27.

Dimyati, J. (2013). Metodologi penelitian pendidikan dan aplikasinya pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Kencana.

Kim, Y. C. (2020). Media system dependency theory. In The International Encyclopedia of Media Psychology (Vol. 3, pp. 1–17). Wiley.

Kurniawan, I. A., Yusman, D., Kultsum, G. U., & Junianto, A. (2022). Implementasi e-government pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 10(2), 256–265.

Mailin, M., Rambe, G., Ar-Ridho, A., & Candra, C. (2022). Teori media/teori difusi inovasi. JGK (Jurnal Guru Kita), 6(2), 168.

Muchlis, M. F., Sari, D., Irwan, S. R. J., & Heriansyah, V. (2025). Peran WhatsApp group dalam meningkatkan komunikasi sosial di Madrasah Tsanawiyah Bustanul Ulum. Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 62–67.

Pratami, D., Putri, L. E., & Shafwatunnisa, S. M. (2024). Peran penting komunikasi dalam pendidikan jarak jauh: Mengidentifikasi tantangan dan solusi. Karimah Tauhid, 3(11), 12452–12458.

Rahman, D. Y., & Assyahri, W. (2025). Kualitas pelayanan birokrasi di Indonesia dalam etika administrasi publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 21–42.

Rahmansari, R. (2018). Penggunaan aplikasi WhatsApp dalam komunikasi organisasi pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial, 1(2).

Shahrzadi, L., Mansouri, A., Alavi, M., & Shabani, A. (2024). Causes, consequences, and strategies to deal with information overload: A scoping review. International Journal of Information Management Data Insights, 4(2), 100261.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suhendri, S., Ridwan, M., Awan, U. S. S., & Nasution, D. P. J. (2025). Manajemen komunikasi strategis dalam organisasi di era digital: Pendekatan kontekstual di Indonesia. Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika, 7(2), 107–123.

Supriyanto, S., & Trijayanto, D. (2021). Efektivitas pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media komunikasi penunjang kinerja pada karyawan PT Flexindo. PROMEDIA (Public Relation dan Media Komunikasi), 7(1).

Valencia, S., Cave, R., Kallarackal, K., Seaver, K., Terry, M., & Kane, S. K. (2023). “The less I type, the better”: How AI language models can enhance or impede communication for AAC users. In Proceedings of the 2023 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (pp. 1–14). ACM.

Yahya, A., & Dirgantara, P. (2022). Efektivitas penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi organisasi di lingkungan pegawai Dinas ATR/BPN Kota Palembang. Medium, 10(1), 409–420.

Downloads

Full Text Download

Published

January 26, 2026

How to Cite

Syah, A., Jufri, R., Suryawijaya, A., & Musi, S. (2026). Peran Media Sosial WhatsApp dalam Meningkatkan Komunikasi Internal Staf Pegawai KUA Tiroang. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Humaniora, 4(4), 1305–1314. https://doi.org/10.56113/takuana.v4i4.257

License


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

All published content in Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY NC SA 4.0). This license allows others to share, copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, as long as proper credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.

Attribution must include a clear citation of the original work and a statement indicating whether any changes were made. Commercial use is not permitted under this license and there is no additional legal or technological restrictions may be applied. For more information about the license terms and permissible use, please refer to the full license text available here.