Tujuan utama moderasi beragama perspektif Abdul Malik Karim Amrullah

https://doi.org/10.56113/takuana.v4i2.153

Authors

Universitas Tadulako, Indonesia
×

Diana Diana

Universitas Tadulako, Indonesia

Dr. Diana, M.Pd.I. adalah salah satu dosen di program studi Teknik Mesin Universitas Tadulako, dengan latar belakang riset Pendidikan Agama.

Universitas Raharja, Indonesia
×

Suhada Suhada

Universitas Raharja, Indonesia

Dr. H. Suhada, M.Pd.I. adalah salah satu dosen di program studi Manajemen Informatika Universitas Raharja dengan latar belakang riset Pendidikan Islam.

Universitas Tadulako, Indonesia
×

Muhammad Rismanto

Universitas Tadulako, Indonesia

Muhammad Rismanto, M.T. adalah salah Satu Dosen di program studi Teknologi Rekaya Manufaktur Universitas Tadulako dengan latar belakang riset Teknologi Pendidikan.

Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
×

Ainur Alam Budi Utomo

Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia

Ainur Alam Budi Utomo, M.Pd. adalah salah Satu Dosen di program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Buana Perjuangan Karawang dengan latar belakang riset pendidikan.

Universitas Darussalam Gontor, Indonesia
×

Sandy Husein Abdullah

Universitas Darussalam Gontor, Indonesia

Sandy Husein Abdullah adalah salah satu mahasiswa di Universitas Darussalam Gontor pada program studi Pendidikan Agama Islam.

Abstract

This study identifies and analyzes Buya Hamka’s views on religious moderation. The method used is library research with content analysis. Based on the research results, Buya Hamka’s views on religious moderation emphasize balance, steadfastness, justice, and tolerance. By applying these values, humans must understand and respect each other. Islam teaches a good relationship with God and other humans, where the practice of worship always produces a peaceful attitude towards others. Therefore, the ultimate goal of religious moderation, according to Buya Hamka, is the creation of happiness and peace among people of different beliefs. To actualize this concept of religious moderation, steps that can be taken include: incorporating related materials into formal education, holding seminars or talk shows, supporting content creators who promote diversity, and creating a platform about religious moderation. These steps are important because the millennial generation is very active on social media, allowing the values of peace to be conveyed and felt amidst existing differences.

Keywords


equality, equity, Hamka, religious moderation, tolerance

Author Biographies

Diana Diana, Universitas Tadulako

Dr. Diana, M.Pd.I. adalah salah satu dosen di program studi Teknik Mesin Universitas Tadulako, dengan latar belakang riset Pendidikan Agama.

Suhada Suhada, Universitas Raharja

Dr. H. Suhada, M.Pd.I. adalah salah satu dosen di program studi Manajemen Informatika Universitas Raharja dengan latar belakang riset Pendidikan Islam.

Muhammad Rismanto, Universitas Tadulako

Muhammad Rismanto, M.T. adalah salah Satu Dosen di program studi Teknologi Rekaya Manufaktur Universitas Tadulako dengan latar belakang riset Teknologi Pendidikan.

Ainur Alam Budi Utomo, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Ainur Alam Budi Utomo, M.Pd. adalah salah Satu Dosen di program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Buana Perjuangan Karawang dengan latar belakang riset pendidikan.

Sandy Husein Abdullah, Universitas Darussalam Gontor

Sandy Husein Abdullah adalah salah satu mahasiswa di Universitas Darussalam Gontor pada program studi Pendidikan Agama Islam.

References

Abdurrahman, M. (1995). Islam transformatif. Pustaka Firdaus.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Inovasi-Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

Alim, M. S., & Munib, A. (2021). Aktualisasi Pendidikan Moderasi Beragama di Madrasah. Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, 9(2), 263.

Alviyah, A. (2016). Metode penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Ibriz. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 15(1).

Arif, K. M. (2020). Moderasi Islam (wasathiyah islam) perspektif al-Qur’an, as-Sunnah serta pandangan para ulama dan fuqaha. Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 11(1), 22–43.

Armstrong, K., Am, Z., & Liputo, Y. (2004). Sejarah Tuhan: kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam selama 4.000 tahun. Jakarta Senayan Abadi Publishing.

Bahar, M., & Hartati, M. (2019). Buya Hamka: Keteladanan multitalenta Tanah Melayu Nusantara. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 1–17.

Bakar, A. (2016). Konsep toleransi dan kebebasan beragama. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(2), 123–131.

Bashri, Y., & Suffatni, R. (2005). Sejarah tokoh bangsa. LKIS Pelangi Aksara.

Bibit, S. M. (2009). Ensiklopedi Ulama Nusantara. Gelegar Media Indonesia.

Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya (Vol. 2). Kencana.

Bustomi, A., & Zuhairi, Z. (2021). Aktualisasi nilai-nilai moderasi dalam pandangan Islam. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 5(2), 158–165.

Darwis, A. (2020). Teknik penulisan skripsi pendidikan agama Islam. Cahaya Firdaus.

Dinata, S., & Achadi, M. W. (2023). Ki Hajar Dewantara’s learning concepts & Kadar M. Yusuf’s and its relevance in the era of society 5.0. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 14(01), 52–70.

Faiqah, N., & Pransiska, T. (2018). Radikalisme Islam Vs moderasi Islam: Upaya membangun wajah Islam Indonesia yang damai. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 17(1), 33–60.

Fatmawati, I. F. (2013). Toleransi antar umat beragama masyarakat perumahan. Jurnal Komunitas, 5(1).

Fitri, R. N. (2020). Hamka sebagai sejarawan: Kajian metodologi sejarah terhadap karya Hamka. Jurnal Fuaduna.

Fitriani, S. (2020). Keberagaman dan toleransi antar umat beragama. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 20(2), 179–192.

Hamka. (1988). Tafsir Al-Azhar. Pustaka Panjimas.

Hamka. (2015a). Penuntun jiwa. Gema Insani.

Hamka. (2015b). Tasawuf modern. Republika.

Hamka, I. (2013). Ayah...: kisah Buya Hamka. Republika.

Hamka, R. (1981). Pribadi dan martabat Buya Prof DR. Hamka. Pustaka Panjimas.

Ismail, A. S., Shomad, M. I. A., Hidayat, S., Fatih, A. F., Karim, M. A., Hefni, H., Pogo, T., Bashon, A. D., & Suhail, A. K. (2007). Islam moderat: Menebar Islam rahmatan lil ‘alamin. Pustaka Ikadi.

Izzan, A. (2021). Pergeseran penafsiran moderasi beragama menurut tafsir Al-Azhar dan tafsir al-Misbah. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 6(2).

Jambak, F. F. (2017). Filsafat sejarah Hamka: Refleksi Islam dalam perjalanan sejarah. Jurnal Theologia, 28(2), 255–272.

Najib, E. A. (1994). Anggukan ritmis kaki pak kiai. Risalah Gusti.

Nurani, H. (2018). Kuasa media atas agama dan bentuk intoleransi agama terhadap media. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 3(1), 17–27.

Nurdin, A., Mahdi, S., & Titisari, A. (2006). Quranic society: menelusuri konsep masyarakat ideal dalam Al-Qur’an. Erlangga.

Pratiwi, A., Umar, U. Y., & Rusmita, R. (2020). Indahnya Moderasi Beragama. IAIN Paepare Nusantara Press

Rahayu, L. R., & Lesmana, P. S. W. (2020). Potensi Peran Perempuan dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia. Pustaka, 20(1), 31–37.

Riki Candra, R. (2022). Kedudukan akal menurut Buya Hamka: Kajian buku falsafah hidup. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Rofiq, A. (2011). Tafsir resolusi konflik: Upaya menyingkap model manajemen interaksi dan deradikalisasi beragama perspektif al-Qur’an dan Piagam Madinah. UIN Maliki Press.

Ruhana, A. S. (2019). Demokratisasi Partisipasi Publik Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama. Dialog, 42(2), 125–134.

Sangadji, E. M., & Sopiah, S. (2010). Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Simarmata, H. T. (2018). Indonesia zamrud toleransi. Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sukmadinata, N. S. (2007). Metodologi penelitian pendidikan. Remaja Rosda Karya.

Sulaiman, W. (2022). Konsep Moderasi Beragama dalam Pandangan Pendidikan Hamka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2704–2714.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348.

Wibowo, R. W., & Nurjanah, A. S. (2021). Aktualisasi Moderasi Beragama Abad 21 Melalui Media Sosial. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(2), 55–62.

Zainuddin, M. (2016). Islam moderat: Konsepsi, interpretasi, dan aksi. UIN Maliki Press.

Zarkasyi, H. F. (2011). Islam HAM dan kebebasan beragama. INSISTS.

Zayyadi, A. (2018). Deradikalisasi agama dalam strategi penanggulangan radikalisme dan terorisme di Universitas Jenderal Soedirman dan IAIN Purwokerto. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam, 5(2), 19–40.

Zed, M. (2004). Metode peneletian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Full Text Download

Published

September 2, 2025

How to Cite

Diana, D., Suhada, S., Rismanto, M., Utomo, A. A. B., & Abdullah, S. H. (2025). Tujuan utama moderasi beragama perspektif Abdul Malik Karim Amrullah. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Humaniora, 4(2), 257–273. https://doi.org/10.56113/takuana.v4i2.153

License


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

All published content in Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY NC SA 4.0). This license allows others to share, copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, as long as proper credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.

Attribution must include a clear citation of the original work and a statement indicating whether any changes were made. Commercial use is not permitted under this license and there is no additional legal or technological restrictions may be applied. For more information about the license terms and permissible use, please refer to the full license text available here.